Jodoh itu bukan dicari...melainkan dibentuk. Percuma kau mencari ke sana kemari namun kau tidak membentuk dirimu sendiri.
Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Allah kecuali memiliki istri yang shalihah. Yang bila diperintah ia menaatinya jika dipandang ia membuat bahagia, jika didengar ia menyejukkan, jika berjanji ia menepati, dan jika ditinggal pergi, ia bisa menjaga diri dan kehormatan suami beserta keluarganya. (HR. Ibnu Majah)
source: ig: @fradung
Jumat, 10 Juni 2016
Sederhana
Sederhana... Jika cinta, dia akan berjuang seteguh kamu berjuang untuknya..
dan akan bertahan sesabar kamu bertahan...
Atau memang di hatinya memang ada cinta, tapi cinta untukmu tidak lebih besar dari cintanya pada orang tua. Maka apa salahnya jika dia berbakti dan mengutamakan orang tua dari kamu yang asing? sebelum penyesalan datang ketika orang tua kita telah tiada.
Bisa juga dia memang cinta, tapi cinta itu kalah dengan cintanya pada Sang Pencipta. Bukanlah kesalahan jika dia ragu dan merajuk serta menolak karena alasan agama. Sebab ragu bersamamu akan sulit bahagai mencapai Surga?
Aku percaya bahwa cinta itu sederhana, tapi hati dan ego saja yang merumitkannya. Perasaan itu mudah, nafsu kita saja yang membuatnya jadi susah.
Jika kamu telah menempuh sampai ujung ikthiar, melepaskan bukanlah sebuah pilihan yang buruk-buruk amat. Bahkan dia membuat hidupmu terasa ringan dan sederhana. Karena bahagia bukanlah sesuatu yang hanya bisa dimasuki dari satu pintu.
Mungkin pintu bahagiamu memang bukan dengannya. Allah telah menyiapkan seseorang yang mungkin tidak lebih baik darinya, tapi lebih cocok dan nyaman untukmu. Seseorang yang tidak sempurna tapi membuat hidupmu terasa jadi sempurna, dan membawamu kepada ridho dan surganya Sang Pencipta. Amin......
Niat dan tujuan kita mungkin sama.. menyatukan ikatan pada tali kehalalan dalam kebahagiaan sepanjang hayat bersama. Mungkin cara, orientasi dan perspektifnya saja yang berbeda. :)
Semoga Cepat disegerakan^^
dan akan bertahan sesabar kamu bertahan...
Atau memang di hatinya memang ada cinta, tapi cinta untukmu tidak lebih besar dari cintanya pada orang tua. Maka apa salahnya jika dia berbakti dan mengutamakan orang tua dari kamu yang asing? sebelum penyesalan datang ketika orang tua kita telah tiada.
Bisa juga dia memang cinta, tapi cinta itu kalah dengan cintanya pada Sang Pencipta. Bukanlah kesalahan jika dia ragu dan merajuk serta menolak karena alasan agama. Sebab ragu bersamamu akan sulit bahagai mencapai Surga?
Aku percaya bahwa cinta itu sederhana, tapi hati dan ego saja yang merumitkannya. Perasaan itu mudah, nafsu kita saja yang membuatnya jadi susah.
Jika kamu telah menempuh sampai ujung ikthiar, melepaskan bukanlah sebuah pilihan yang buruk-buruk amat. Bahkan dia membuat hidupmu terasa ringan dan sederhana. Karena bahagia bukanlah sesuatu yang hanya bisa dimasuki dari satu pintu.
Mungkin pintu bahagiamu memang bukan dengannya. Allah telah menyiapkan seseorang yang mungkin tidak lebih baik darinya, tapi lebih cocok dan nyaman untukmu. Seseorang yang tidak sempurna tapi membuat hidupmu terasa jadi sempurna, dan membawamu kepada ridho dan surganya Sang Pencipta. Amin......
Niat dan tujuan kita mungkin sama.. menyatukan ikatan pada tali kehalalan dalam kebahagiaan sepanjang hayat bersama. Mungkin cara, orientasi dan perspektifnya saja yang berbeda. :)
Semoga Cepat disegerakan^^
Jakarta Menjelang Berbuka, 5 Ramadhan 1437 H
Jumat, 03 Juni 2016
SEPATU
SEPATU ORANG LAIN....
Kita hanya mampu membeli tas seharga 500 ribu Rupiah.
Ketika kawan kita membeli tas tangan seharga 5 Juta Rupiah,
Kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia tidak belanja pakai uang kita.
Ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga 40 Juta Rupiah yang sanggup ia beli.
Kita hanya mampu hidup selalu didekat suami.
Ketika kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya,
Kita bilang bahwa ia gegabah, menggadaikan rumah tangga demi materi.
Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.
Kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga.
Ketika kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai,
Kita bilang ia menggadaikan masa depan anaknya. Tapi ternyata ia bangun lebih pagi dari kita,
berbicara lebih lembut kepada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk memohon kepada Tuhan untuk penjagaan anak-anaknya.
Kita hanya mampu mengatur uang belanja 1 Juta Rupiah sebulan.
Ketika kawan kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya sampai 6 Juta Rupiah,
Kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang kepada kita. Pinjam uangpun tidak.
Ternyata mereka sedekah lebih banyak dari uang belanjanya. Ternyata mereka tak pernah lupa membayar Zakat.
Siapa yang rugi?...Kita. Belum-belum sudah menilai. Bisa jadi malah buruk sangka.
Padahal kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya orang lain hadapi, apa yang orang lain lakukan
diluar sepengetahuan kita.
Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita. Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita. Rawan...itu tidak tepat.
Jangan pernah mudah untuk meghakimi seseorang, tapi jangan pernah mudah marah juga untuk dinasehati oleh seseorang.
Sumber: Grup WA: "Diskusi Kajian Kaskus
Kita hanya mampu membeli tas seharga 500 ribu Rupiah.
Ketika kawan kita membeli tas tangan seharga 5 Juta Rupiah,
Kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia tidak belanja pakai uang kita.
Ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga 40 Juta Rupiah yang sanggup ia beli.
Kita hanya mampu hidup selalu didekat suami.
Ketika kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya,
Kita bilang bahwa ia gegabah, menggadaikan rumah tangga demi materi.
Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.
Kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga.
Ketika kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai,
Kita bilang ia menggadaikan masa depan anaknya. Tapi ternyata ia bangun lebih pagi dari kita,
berbicara lebih lembut kepada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk memohon kepada Tuhan untuk penjagaan anak-anaknya.
Kita hanya mampu mengatur uang belanja 1 Juta Rupiah sebulan.
Ketika kawan kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya sampai 6 Juta Rupiah,
Kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang kepada kita. Pinjam uangpun tidak.
Ternyata mereka sedekah lebih banyak dari uang belanjanya. Ternyata mereka tak pernah lupa membayar Zakat.
Siapa yang rugi?...Kita. Belum-belum sudah menilai. Bisa jadi malah buruk sangka.
Padahal kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya orang lain hadapi, apa yang orang lain lakukan
diluar sepengetahuan kita.
Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita. Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita. Rawan...itu tidak tepat.
Jangan pernah mudah untuk meghakimi seseorang, tapi jangan pernah mudah marah juga untuk dinasehati oleh seseorang.
Sumber: Grup WA: "Diskusi Kajian Kaskus
Senin, 28 September 2015
TUHAN LEBIH TAHU APA YANG KITA BUTUH SAAT INI
Tempe Oh Tempe... ( Tuhan Lebih Tahu Apa Yang Kita Butuh Saat ini )
Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe.
Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup.
Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.
Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.
Di tengah putus asa,terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah,
pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini.
Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.
Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi.
Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.
Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.
Air mata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Apakah Tuhan ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.
Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"
Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."
"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, sahabat?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.
Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"
"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Shalauddin, yang kuliah S2 di Australia
ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
--------------------------------------------------------------------------------
Sahabat……Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA.
Banyak orang yang merasa frustasi karena kenyataan mereka tidak sesuai
dengan impian. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di Universitas A, tapi
nyatanya biaya tidak mencukupi. Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan berkelas nasional bahkan internasional, tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.
Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan. Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Berikut adalah 3 langkah atau tips yang bisa Kita lakukan saat mimpi tidak
sesuai dengan kenyataan:
1. Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis Jika Anda betul-betul ingin menggapai kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan* untuk bisa bertindak secara fleksible
dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar tumbang! Apa sebab? Sebab mereka tidak kuat menahan beban yang diterima.
Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya yang lentur, maka bambu bisa
fleksibel bergerak ke segala arah, dan jarang tumbang!
Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga
fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan dan
perubahan serta masalah yang datang.
2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik untuk kita! , Yakinlah bahwa apa yang sedang terjadi adalah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bisa jadi justru
sebaliknya di mata Tuhan! Dan jangan pernah berhenti untuk berdo’a sebagaimana nenek Penjual Tempe diatas, sudah jelas-jelas pertolongan sudah di depan mata, tapi dia tetap berdo’a.
3. Siapkan MENTAL PEMENANG! Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita
memang belum siap jadi pemenang!
Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat kita menjadi sombong, dan karena saking
sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak mau hamba-Nya berbuat dosa.
Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di langit! :Sekarang tinggal bagaimana cara kita!
Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan turun dengan sendirinya?
Saya sarankan, jangan pernah memilih yang kedua, Kita semua tahu bahwa yang namanya kemenangan itu seringkali dimiliki oleh mereka yang tdk pernah berhenti berusaha!
Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu, untuk membuka pintu yang lain.
Insya Allah…
Semoga Bermanfaat & Dapat Diambil Hikmahnya...
Source: http://www.kaskus.co.id/thread/516711788327cfb812000007/tuhan-lebih-tahu-apa-yang-kita-butuh-saat-ini/
Senin, 29 Juni 2015
Kau Takkan Pernah Tergantikan
meskipun lelah yang dirasakan
meskipun hilang yang diharapkan
meskipun mimpi belum juga terwujudkan
meskipun beban tak kunjung jadi ringan
meskipun banyak rintangan pada setiap cobaan
Percayalah....
Kau tak pernah terlewatkan....
Percayalah....
Kau selalu menjadi pilihan....
Percayalah...
Kau tetap yang diperjuangkan....
Dan percayalah....
Kau takkan pernah tergantikan....
Selamat Ulang Tahun Sayang:)
meskipun hilang yang diharapkan
meskipun mimpi belum juga terwujudkan
meskipun beban tak kunjung jadi ringan
meskipun banyak rintangan pada setiap cobaan
Percayalah....
Kau tak pernah terlewatkan....
Percayalah....
Kau selalu menjadi pilihan....
Percayalah...
Kau tetap yang diperjuangkan....
Dan percayalah....
Kau takkan pernah tergantikan....
Selamat Ulang Tahun Sayang:)
Kamis, 25 Juni 2015
The Second
2 Bulan sudah terlewatkan...
Mungkin belum Cukup banyak peristiwa yang kita alami
Mungkin belum Cukup banyak pula kisah yang kita lalui
2 Bulan sudah terlewatkan...
Terlalu sedikit untuk melakukan hal-hal yang baik
Tapi malah terlalu banyak untuk melakukan kesalahan
2 Bulan sudah terlewatkan...
Tak terhitung sudah berapa kali yang tersakiti
Tapi tak lebih dari segelintir kata dan perbuatan yang kita agungkan
2 Bulan sudah terlewatkan...
Tak Pernah banyak untuk selalu memberi
Tapi malah terlalu banyak untuk terus meminta
2 Bulan sudah terlewatkan...
Tak pernah sering untuk bersyukur
tapi malah terlalu sering untuk mengeluh...
Tak pernah sering untuk bersyukur
tapi malah terlalu sering untuk mengeluh...
Begitu banyak harapan yang diberi
Begitu banyak pula harapan yang dihancurkan
Begitu banyak janji yang diucapkan
Begitu banyak pula janji yang dipatahkan
Ketika kita harus sengaja menjadi pecundang
Ketika kita harus sengaja menjadi pembangkang
Ketika itulah kita mengetahui apa artinya terbuang
Ketika itulah kita mengetahui apa artinya kasih sayang
Disaat kita berdiri tegak seperti di atas awan
Disaat kita berlari kencang paling depan
Disaat itulah kita mulai mengerti apa artinya melihat ke
bawah
Disaat itulah kita mulai mengetahui apa artinya tak kenal kata
menyerah
Pada saatnya kita akan terus sibuk mencari yang sempurna
Pada saatnya kita akan terus berusaha untuk menjadi yang
terbaik
Pada saat itulah kita akan tersadar sudah cukup bahagia
dengan yang sederhana
Pada saat itulah kita akan tersadar sudah cukup tersenyum
untuk menjadi orang baik
Ketika usaha kita dinilai tak lagi berguna...
Ketika hati kita begitu dalam terluka...
maka saat itulah kita sedang belajar tentang arti KEIKHLASAN...
maka saat itulah kita sedang belajar tentang arti MEMAAFKAN...
maka saat itulah kita sedang belajar tentang arti KEIKHLASAN...
maka saat itulah kita sedang belajar tentang arti MEMAAFKAN...
Semoga kau bertahan dengan Doamu disana...
Semoga kau Tak Lelah menungguku disana....
Semoga
Jumat, 12 Juni 2015
Ga akan pernah kebayang....
sumpah sama sekali ga kebayang...ngeliat orang yang paling disayang kerja sampe rela pake baju yang buka-bukaan....
sumpah sama sekali ga kebayang....sampe ga sanggup ngeliat langsung orang yang paling disayang berdiri didepan keramaian dengan kondisi pakaian yang buka-bukaan...
sumpah sama sekali ga kebayang....sampe hati jadi sedih kalo ngeliat foto orang yang paling disayang cantik bgt kalo lagi pake hijab-hijaban....
sumpah sama sekali ga kebayang....kalo kita cuma bisa duduk terdiam tanpa bisa ngelakuin apa-apa buat orang paling disayang.....
sumpah sama sekali ga kebayang....mudah-mudah Tuhan masih mau memaafkan....
semoga kau mengerti dengan jalan yang kau pilih....
semoga kau dewasa dengan pilihan yang kau ambil...
semoga Tuhan senantiasa melindungimu....
Dan doaku selalu menyertai bersama harapanmu.......
Sayang....sumpah sama sekali sampe kapanpun aku ga akan pernah kebayang...
Kalau Cantik Jasmanimu rela buat dibagi-bagi orang....
Dan pada akhirnya Selalu ada namamu didalam setiap doaku Sayang...semoga kelak suatu saat nanti kau tidak lagi terlihat seperti yang sekarang.....
sumpah sama sekali ga kebayang....sampe ga sanggup ngeliat langsung orang yang paling disayang berdiri didepan keramaian dengan kondisi pakaian yang buka-bukaan...
sumpah sama sekali ga kebayang....sampe hati jadi sedih kalo ngeliat foto orang yang paling disayang cantik bgt kalo lagi pake hijab-hijaban....
sumpah sama sekali ga kebayang....kalo kita cuma bisa duduk terdiam tanpa bisa ngelakuin apa-apa buat orang paling disayang.....
sumpah sama sekali ga kebayang....mudah-mudah Tuhan masih mau memaafkan....
semoga kau mengerti dengan jalan yang kau pilih....
semoga kau dewasa dengan pilihan yang kau ambil...
semoga Tuhan senantiasa melindungimu....
Dan doaku selalu menyertai bersama harapanmu.......
Sayang....sumpah sama sekali sampe kapanpun aku ga akan pernah kebayang...
Kalau Cantik Jasmanimu rela buat dibagi-bagi orang....
Dan pada akhirnya Selalu ada namamu didalam setiap doaku Sayang...semoga kelak suatu saat nanti kau tidak lagi terlihat seperti yang sekarang.....
Aku mencintaimu karena Allah...Sayang....
Kamis, 11 Juni 2015
out of the box....out of the logic....
Ketika emosi dan perasaan menolak untuk diredam....
Kau selalu ada dengan sejuta logika yang menenangkan.....
Selamat ulang tahun juraga....
Semoga berkah disisa umurnya...
Sehat dan bahagia selalu....
Dan tetap menjadi Imam yang baik buat keluarga Pastinya..
Selasa, 09 Juni 2015
Pion
Ibarat pion catur....biar dikata kecil..tapi dia jalannya selalu maju kedepan...tidak pernah mundur ke belakang....
Ibarat Peluncur catur......biar dikata jalannya mundur tapi dia punya tujuan dalam melangkah...
Di depan, bukan berarti aku jagoan
Melangkah duluan, tak berarti aku panduan
Bertahan, membuka jalan, ataukah dikorbankan
Adalah fungsiku demi satu tujuan
Aku tak sebebas kuda, meloncat sesuka hati
Aku tak setangguh benteng, kuat kokoh ditakuti
Namun kata mereka aku tetap berarti
Meski kadang tak dapat melangkah lagi
Ada Raja yg harus kulindungi
Ada pertahanan yg mesti aku sadari
Ada musuh yg harus kuhadapi
Ada pengorbanan mungkin sampai mati
Akankah ku bertahan hingga berakhirnya?
Mengalami kemenangan ataukah gugur sebelumnya di medan laga?
Ataukah kusampai pada ujungnya?
Hingga kubisa berubah menjadi apapun yang kumau…
https://rullyaguscandra.wordpress.com/2013/12/11/aku-pion-dalam-bidak-catur-melebur/
Arti Waktu
Bila kau ingin tau apa arti 1 tahun....
Coba tanyakanlah pada siswa yang tidak naik kelas....
Bila Kau ingin tau apa arti 1 semester....
Coba tanyakanlah pada mahasiswa yang telat lulus kuliahnya....
Bila kau ingin tau apa arti 1 bulan....
Coba tanyakanlah pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur....
Bila kau ingin tau apa arti 1 minggu...
Coba tanyakanlah pada seorang editor koran mingguan....
Bila kau ingin tau apa arti 1 hari....
Coba tanyakanlah pada wanita yang menunggu hari pernikahannya esok hari....
Bila kau ingin tau apa arti 1 jam....
Coba tanyakanlah pada pengusaha yang terlambat menemui investor potensialnya...
Bila kau ingin tau apa arti 1 menit....
Coba tanyakanlah pada penumpang yang ketinggalan pesawatnya....
Bila kau ingin tau apa arti 1 detik....
Coba tanyakanlah pada korban gempa yang selamat dari reruntuhan bangunannya
Bila kau ingin tahu arti waktu dan hidup....
Coba tanyakanlah pada orang yang akan dihukum mati esok hari....
Demi masa
(QS. Al- Ashr; 1-3)
Coba tanyakanlah pada siswa yang tidak naik kelas....
Bila Kau ingin tau apa arti 1 semester....
Coba tanyakanlah pada mahasiswa yang telat lulus kuliahnya....
Bila kau ingin tau apa arti 1 bulan....
Coba tanyakanlah pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur....
Bila kau ingin tau apa arti 1 minggu...
Coba tanyakanlah pada seorang editor koran mingguan....
Bila kau ingin tau apa arti 1 hari....
Coba tanyakanlah pada wanita yang menunggu hari pernikahannya esok hari....
Bila kau ingin tau apa arti 1 jam....
Coba tanyakanlah pada pengusaha yang terlambat menemui investor potensialnya...
Bila kau ingin tau apa arti 1 menit....
Coba tanyakanlah pada penumpang yang ketinggalan pesawatnya....
Bila kau ingin tau apa arti 1 detik....
Coba tanyakanlah pada korban gempa yang selamat dari reruntuhan bangunannya
Bila kau ingin tahu arti waktu dan hidup....
Coba tanyakanlah pada orang yang akan dihukum mati esok hari....
Demi masa
(QS. Al- Ashr; 1-3)
Minggu, 07 Desember 2014
quote of monday....
quote of monday....
nasib baik pada akhirnya akan berpihak pada mereka yang tak berhenti mencoba dan bekerja keras...
mau tidak mau...terkadang harus sedikit menjadi pecundang untuk menyadarkan seseorang dari kesalahan...
dan suka tidak suka....terkadang harus sedikit menjadi keparat untuk membuat seseorang bergegas memperbaiki kesalahannya...
lebih baik menjadi seorang pecundang dari pada harus menjadi seorang bajingan...
lebih baik menjadi manusia keparat dari pada harus menjadi seorang manusia lakhnat....
nasib baik pada akhirnya akan berpihak pada mereka yang tak berhenti mencoba dan bekerja keras...
mau tidak mau...terkadang harus sedikit menjadi pecundang untuk menyadarkan seseorang dari kesalahan...
dan suka tidak suka....terkadang harus sedikit menjadi keparat untuk membuat seseorang bergegas memperbaiki kesalahannya...
lebih baik menjadi seorang pecundang dari pada harus menjadi seorang bajingan...
lebih baik menjadi manusia keparat dari pada harus menjadi seorang manusia lakhnat....
Jumat, 17 Oktober 2014
happy weekend...happy working...
Jagalah pikiran mu, Karena mereka yang akan menjadi perkataan mu.
Jagalah perkataan mu, Karena mereka lah yang akan menjadi perbuatan mu.
Jagalah perbuatan mu, Karena mereka akan menjadi kebiasaan mu.
Jagalah kebiasaan mu, Karena mereka akan membentuk karaktermu.
Jagalah karakter mu, Karena mereka akan membentuk nasibmu,
Dan nasibmu kelak akan menjadi kehidupanmu....
Jagalah perkataan mu, Karena mereka lah yang akan menjadi perbuatan mu.
Jagalah perbuatan mu, Karena mereka akan menjadi kebiasaan mu.
Jagalah kebiasaan mu, Karena mereka akan membentuk karaktermu.
Jagalah karakter mu, Karena mereka akan membentuk nasibmu,
Dan nasibmu kelak akan menjadi kehidupanmu....
Makna Sebuah Pekerjaan
Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe
terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis
kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya
si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk?
Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke
orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan
istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat
berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga
yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga
ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah
uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau
bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil
mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia
berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda
itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat
berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan,
meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja
keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan
dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi
karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya
pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.
http://iphincow.com/2012/09/12/makna-sebuah-pekerjaan/
Rabu, 15 Oktober 2014
Sedekah salah alamat
Suatu
ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan,
berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi,
Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada
mereka, “Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri,
‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan, benar, malam itu juga dia
memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya.
Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi
perbincangan khalayak ramai.
“Akhirnya,
kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang
demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya
bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu,
aku akan bersedekah lagi!’
“Maka,
pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima
sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah
orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan
khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.
“Mendengar
kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,’Ya Allah! Segala puji
hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya.
Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’
Maka,
dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak
menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa
diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu
menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria
yang bersedekah itu.
Mendengar
kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji hanya
bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang
tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!’
“Pria
itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu
telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena
menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran
karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang
dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti
mencuri selepas menerima sedekah itu.”
***
(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah)
http://pusatilmuislam.blogspot.com/2011/10/sedekah-yang-salah-alamat.html
Sabtu, 29 September 2012
the song of midnight
Wake Me Up When September Ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when september ends
like my fathers come to pass
seven years has gone so fast
wake me up when september ends
here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are
as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when september ends
summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when september ends
ring out the bells again
like we did when spring began
wake me up when september ends
here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are
as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when september ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when september ends
like my father's come to pass
twenty years has gone so fast
wake me up when september ends
wake me up when september ends
wake me up when september ends
The innocent can never last
wake me up when september ends
like my fathers come to pass
seven years has gone so fast
wake me up when september ends
here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are
as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when september ends
summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when september ends
ring out the bells again
like we did when spring began
wake me up when september ends
here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are
as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when september ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when september ends
like my father's come to pass
twenty years has gone so fast
wake me up when september ends
wake me up when september ends
wake me up when september ends
and yaaa..exactly...i hope september is never ends :)
Fix YOU
When you try your best but you don't succeedWhen you get what you want but not what you needWhen you feel so tired but you can't sleepStuck in reverse
And the tears come streaming down your faceWhen you lose something you can't replaceWhen you love someone but it goes to wasteCould it be worse?
Lights will guide you homeAnd ignite your bonesAnd I will try to fix you
And high up above or down belowWhen you're too in love to let it goBut if you never try you'll never knowJust what you're worth
Lights will guide you homeAnd ignite your bonesAnd I will try to fix you
Tears stream down your faceWhen you lose something you cannot replaceTears stream down your faceAnd I
Tears stream down your faceI promise you I will learn from my mistakesTears stream down your faceAnd I
Lights will guide you homeAnd ignite your bonesAnd I will try to fix you
mimpi adalah kunci
Mimpi Adalah Kunci
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia selamanya
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia selamanya
Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
Laskar pelangi takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi
Laskar pelangi takkan terikat waktu
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
and actually my dream was inspired by her...
syukur adalah pintu
Bersyukur
Posted on September 29, 2011 by @ale_plenyun
Pagi ini, gerimis datang begitu saja. Mudah sekali untuk mengeluh sebenarnya. Tapi adakah gunanya mengeluh, jika gerimis tetap saja membasahi. Lebih baik tersenyum, bersyukur, dan menikmati pesona sejuknya gerimis pagi.
Suatu masa dalam hidup atau lebih dari itu kita pasti pernah mengeluh.
Mengeluh akan bermacam-macam hal. Kerjaan yang padet, kuliah yang belom beres-beres, gaji yang tidak cukup besar untuk membeli hape baru, duit jajan yang pas-pasan sehingga tidak bisa mengikuti perkembangan film bioskop terbaru, jerawat yang membandel, badan yang tidak singset, kulit yang tidak putih, makanan di rumah yang itu-itu aja, adek yang nakalnya minta ampun, ibu yang cerewetnya minta ampun, dan lain sebagainya.
Jujur, saya juga sering seperti itu. It’s normal as a human. Gak pernah puas. Yang gak normal adalah jika kita terus-terusan memelihara sikap buruk tersebut (baca: mengeluh) tanpa mau memperbaiki diri.
Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan
Kerjaan yang padet, kuliah yang belom beres-beres, gaji yang tidak cukup besar , entah di belahan bumi sana, ada seorang pemuda brilian seperti Lintang yang meneruskan SD saja tidak mampu?
Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan gaji yang tidak cukup besar untuk membeli hape baru atau sekedar untuk kongkow-kongkow bersama teman-teman, entah di belahan bumi sana, ada seorang ibu tua yang berpenghasilan tidak lebih dari 10 ribu rupiah per hari dan harus menghidupi 5 anak-anaknya?
Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan bentuk badan yang menurut kita tidak ideal, kulit kita yang tidak putih, muka kita yang tidak mulus, entah di belahan bumi sana, ada seseorang yang tidak memiliki kaki sehingga harus berjalan dengan kedua tangannya setiap hari?
Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan makanan di rumah yang itu-itu aja, entah di belahan bumi sana, ada yang gak bisa makan sampai berhari-hari?
Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan adik yang nakalnya minta ampun atau ibu yang cerewetnya minta ampun, entah di belahan bumi sana, ada anak-anak kecil korban perang menjadi yatim piatu tanpa sanak keluarga?
Hmm, ternyata, ya, kalo dipikir-pikir, terkadang.. kita masih lebih beruntung dibandingkan beberapa orang yang ada. So, guys, cobalah untuk bersyukur atas segala hal yang dimiliki. Bersyukur dengan memanfaatkan apa yang dimiliki hingga batas optimal, dengan menahan keluhan dan mengarahkannya kepada usaha-usaha (yang halal) untuk meraih yang diinginkan. Keluhan gak akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tapi, bersyukur, it does work!
Trust me.. karena syukur tidak hanya mengandung poin-poin kepasrahan. Syukur itu juga tindakan. Ketika yang ada, benar-benar disyukuri dan dimanfaatkan hingga batas optimalnya. Jadi manusia-manusia pandai bersyukur? We can do it, guys 
Hidup ini seperti ice cream yang cepat meleleh, nikmatilah selagi masih bisa.
Sahabat, turunkan standar bahagiamu. Agar hidup kita selalu bahagia. Bila standar kita bahagia adalah memiliki kekayaan yang berlimpah, mau sampai kapan kita tidak berbahagia? adakah jaminannya dalam kerangka waktu tertentu untuk meraih harta yang berlimpah tersebut?. Lebih mudah, berbahagia dan bersyukur dengan apa yang ada saat ini. Daripada seumur hidup sedih, hanya karena sesuatu yang belum kita miliki.
Saat diri, iri melihat kesejahteraan sahabat-sahabat yang lain. Mari sejenak kita melihat, masih banyak saudara-saudara kita yang terhimpit lebih banyak kesulitan dari pada kita.
Bukalah mata hatimu lebih lebar. Lihatlah sekitarmu. Resapi hikmahnya. Sungguh, ada banyak pelajaran dari apa yang ada di muka bumi. Tersenyumlah, bersyukurlah ^^
Bahkan, surat cinta dari langit pun berpesan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu… (Q.s. Ibrahim: 7)
diilhami dari : http://lenidisini.wordpress.com/2010/01/14/bersyukur/
9 titik asumsi
Try It !
Perhatikan gambar sembilan buah titik di bawah ini.
Tugas bloggers adalah membuat kesembilan titik di atas terlewati oleh LIMA buah garis lurus yang bersambungan (tidak terputus).
Ini sih gampang ya bloggers! Dengan cara berpikir biasa pun, kita sudah bisa dapat jawabannya. Jawabannya seperti gambar di bawah ini.
Sekarang, coba lewati kesembilan titik tersebut dengan EMPAT buah garis lurus yang bersambungan (tidak terputus).
Sekarang, pemikiran kreatif atau “think out of the box” sudah mulai diperlukan. Gue kasih hint: cobalah fokus kerjakan apa yang diminta, jangan biarkan pikiran bloggers dikekang oleh asumsi-asumsi yang bloggers buat sendiri.
Udah dapat jawabannya? Jawabannya adalah sebagai berikut.
Untuk menemukan jawaban ini, bloggers harus “think out of the box”. Tidak ada aturan bahwa garis-garis tersebut harus ada dalam area kesembilan titik tersebut, jadi janganlah membuat asumsi sendiri. Ketika kita melepaskan asumsi tidak berdasar tersebut, kita akan dapat melihat jawaban yang tidak terlihat sebelumnya.
Mungkin beberapa dari bloggers udah sering melihat permainan di atas. Tapi, sekarang gue akan kasih bloggers kejutan ekstra. Gue mau mengajak bloggers semua untuk berpikir dengan lebih kreatif lagi, untuk tidak sekedar “think out of the box”, tapi “think out of the room”. Berikut adalah tantangan untuk para bloggers.
Cobalah lewati kesembilan titik tersebut dengan TIGA buah garis lurus yang bersambungan (tidak terputus).
Kalau bloggers udah berhasil, gue akan menantang bloggers semua untuk melewati kesembilan titik tersebut dengan SATU buah garis lurus!
Apakah tantangan ini mungkin untuk dipecahkan? Ya, kalau bloggers bisa menghilangkan asumsi-asumsi yang tidak relevan dan membatasi bloggers, bloggers akan dapat melihat solusinya dengan mudah.
Buat bloggers yang penasaran jawabannyaaaaaaaaaaaaaaa.... tunggu dulu ! :p
"YANG BISA KITA AMBIL DARI PERMAINAN INI"
Kita harus membebaskan diri kita dari asumsi-asumsi yang tidak relevan yang membatasi pikiran kita, dan kita akan temukan solusi-solusi dari masalah yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya bloggers! :D
Ini adalah jawaban dari tantangan diatas tadi, yaitu melewati sembilan titik dengan TIGA buah garis lurus yang bersambungan.
Kebanyakan orang menambahkan asumsinya sendiri, bahwa garis yang dibuat harus melewati TENGAH titik-titik tersebut. Padahal, yang diminta hanyalah melewati titik, entah di tengah atau di pinggir. Ketika kita melepaskan asumsi tersebut, solusi di atas akan dapat ditemukan dengan mudah.
Nah, sekarang, bagaimana caranya kita melewati kesembilan titik tersebut hanya dengan SATU garis lurus? Sekali lagi, tidak ada aturan yang mengatur tebal garis bukan? Sekarang coba bloggers bayangkan bloggers mempunyai sebuah kuas yang besar, dan menyapu kesembilan titik tersebut sekaligus dengan satu garis lurus yang dibuat oleh kuas itu. Hasilnya kurang lebih seperti gambar berikut.

Masih berpikir tantangan tadi tidak mungkin diselesaikan? Ternyata, ketika kita mengubah pola pikir kita dan membuang asumsi-asumsi yang tidak relevan yang membatasi kita, kita akan dapat melihat solusi yang dahulu kita tak dapat melihatnya.
Tugas bloggers adalah membuat kesembilan titik di atas terlewati oleh LIMA buah garis lurus yang bersambungan (tidak terputus).
Ini sih gampang ya bloggers! Dengan cara berpikir biasa pun, kita sudah bisa dapat jawabannya. Jawabannya seperti gambar di bawah ini.
Sekarang, coba lewati kesembilan titik tersebut dengan EMPAT buah garis lurus yang bersambungan (tidak terputus).
Sekarang, pemikiran kreatif atau “think out of the box” sudah mulai diperlukan. Gue kasih hint: cobalah fokus kerjakan apa yang diminta, jangan biarkan pikiran bloggers dikekang oleh asumsi-asumsi yang bloggers buat sendiri.
Udah dapat jawabannya? Jawabannya adalah sebagai berikut.
Untuk menemukan jawaban ini, bloggers harus “think out of the box”. Tidak ada aturan bahwa garis-garis tersebut harus ada dalam area kesembilan titik tersebut, jadi janganlah membuat asumsi sendiri. Ketika kita melepaskan asumsi tidak berdasar tersebut, kita akan dapat melihat jawaban yang tidak terlihat sebelumnya.
Mungkin beberapa dari bloggers udah sering melihat permainan di atas. Tapi, sekarang gue akan kasih bloggers kejutan ekstra. Gue mau mengajak bloggers semua untuk berpikir dengan lebih kreatif lagi, untuk tidak sekedar “think out of the box”, tapi “think out of the room”. Berikut adalah tantangan untuk para bloggers.
Cobalah lewati kesembilan titik tersebut dengan TIGA buah garis lurus yang bersambungan (tidak terputus).
Kalau bloggers udah berhasil, gue akan menantang bloggers semua untuk melewati kesembilan titik tersebut dengan SATU buah garis lurus!
Apakah tantangan ini mungkin untuk dipecahkan? Ya, kalau bloggers bisa menghilangkan asumsi-asumsi yang tidak relevan dan membatasi bloggers, bloggers akan dapat melihat solusinya dengan mudah.
Buat bloggers yang penasaran jawabannyaaaaaaaaaaaaaaa.... tunggu dulu ! :p
"YANG BISA KITA AMBIL DARI PERMAINAN INI"
Kita harus membebaskan diri kita dari asumsi-asumsi yang tidak relevan yang membatasi pikiran kita, dan kita akan temukan solusi-solusi dari masalah yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya bloggers! :D
Ini adalah jawaban dari tantangan diatas tadi, yaitu melewati sembilan titik dengan TIGA buah garis lurus yang bersambungan.
Kebanyakan orang menambahkan asumsinya sendiri, bahwa garis yang dibuat harus melewati TENGAH titik-titik tersebut. Padahal, yang diminta hanyalah melewati titik, entah di tengah atau di pinggir. Ketika kita melepaskan asumsi tersebut, solusi di atas akan dapat ditemukan dengan mudah.
Nah, sekarang, bagaimana caranya kita melewati kesembilan titik tersebut hanya dengan SATU garis lurus? Sekali lagi, tidak ada aturan yang mengatur tebal garis bukan? Sekarang coba bloggers bayangkan bloggers mempunyai sebuah kuas yang besar, dan menyapu kesembilan titik tersebut sekaligus dengan satu garis lurus yang dibuat oleh kuas itu. Hasilnya kurang lebih seperti gambar berikut.
Masih berpikir tantangan tadi tidak mungkin diselesaikan? Ternyata, ketika kita mengubah pola pikir kita dan membuang asumsi-asumsi yang tidak relevan yang membatasi kita, kita akan dapat melihat solusi yang dahulu kita tak dapat melihatnya.
sumber : teka-teki charles
karakter
Type Kepribadian Apakah Dirimu?
Buat yang belum tahu diri apa type kepribadiaan bloggers? Silahkan
dicoba..... Jangan lupa siapkan secarik kertas dan pensil untuk menulis
jawaban bloggers!
Kelemahan
1.
A. Suka pamer, memperlihatkan apa yang gemerlap dan kuat, terlalu bersuara.
B. Suka memerintah, mendominasi, kadang-kadang mengesalkan antar hubungan orang dewasa.
C. Menghindari perhatian akibat rasa malu.
D. Memperlihatkan sedikit emosi/mimik.
2.
A. Kurang teraturannya mempengaruhi hampir semua bidang kehidupannya.
B. Merasa sulit mengenali masalah dan perasaan orang lain.
C. Sulit memaafkan dan melupakan sakit hati yang pernah dilakukan, biasa mendendam.
D. Cenderung tidak bergairah, sering merasa bahwa bagaimanapun sesuatu tidak akan berhasil.
3.
A. Suka menceritakan kembali suatu kisah tanpa menyadari bahwa cerita tersebut pernah diceritakan sebelumnya, selalu perlu sesuatu untuk dikatakan.
B. Berjuang, melawan untuk menerima cara lain yang tidak sesuai dengan cara yang diinginkan.
C. Sering memendam rasa tidak senang akibat merasa tersinggung oleh sesuatu.
D. Tidak bersedia ikut terlibat terutama bila rumit.
4.
A. Punya ingatan kurang kuat, biasanya berkaitan dengan kurang disiplin dan tidak mau repot-repot mencatat hal-hal yang tidak menyenangkan.
B. Langsung, blak-blakan, tidak sungkan mengatakan apa yang dipikirkan.
C. Bersikeras tentang persoalan sepele, minta perhatian besar pada persoalan yang tidak penting.
D. Sering merasa sangat khawatir, sedih, dan gelisah.
5.
A. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan, bila sudah bicara sulit berhenti.
B. Sulit bertahan untuk menghadapi kekesalan.
C. Kurang percaya diri.
D. Sulit dalam membuat keputusan.
6.
A. Bisa bergairah sesaat dan sedih pada saat berikutnya. Bersedia membantu kemudian menghilang. Berjanji akan datang tapi kemudian lupa untuk muncul.
B. Merasa sulit memperlihatkan kasih sayang dengan terbuka.
C. Tuntutannya akan kesempurnaan terlalu tinggi dan dapat membuat orang lain menjauhinya.
D. Tidak tertarik pada perkumpulan atau kelompok.
7.
A. Tidak punya cara yang konsisten untuk melakukan banyak hal.
B. Bersikeras memaksakan caranya sendiri.
C. Standar yang ditetapkan begitu tinggi sehingga orang lain sulit memuaskannya.
D. Lambat dalam bergerak dan sulit untuk ikut terlibat.
8.
A. Memperbolehkan orang lain, termasuk anak-anak untuk melakukan apa saja sesukanya untuk menghindari diri kita tidak disukai.
B. Punya harga diri tinggi dan menganggap diri selalu benar dan yang terbaik dalam pekerjaan.
C. Dalam mengharapkan yang terbaik, biasanya melihat sisi buruk sesuatu terlebih dahulu.
D. Memiliki kepribadian yang biasa saja dan tidak suka memperlihatkan banyak emosi.
9.
A. Memiliki perangai seperti anak-anak yang mengutarakan diri dengan ngambek dan berbuat berlebihan tetapi kemudian melupakannya seketika.
B. Mengobarkan perdebatan karena biasanya selalu benar dan terkadang tidak peduli bagaimana situasi saat itu.
C. Mudah merasa terasing dari orang lain dikarenakan rasa tidak aman atau takut jangan-jangan orang lain tidak merasa senang bersamanya.
D. Bukan orang yang suka menetapkan tujuan dan tidak berharap menjadi orang yang seperti itu.
10.
A. Memiliki perspektif yang sederhana dan kekanak-kanakan, kurang pengertian terhadap tingkat kehidupan yang lebih mendalam.
B. Penuh keyakinan, semangat, dan keberanian (sering dalam pengertian negatif).
C. Sikapnya jarang positif dan sering hanya melihat sisi buruk dari setiap situasi.
D. Mudah bergaul, tidak peduli, dan masa bodoh.
11.
A. Merasa senang mendapat penghargaan dari orang lain. Sebagai penghibur menyukai tepuk tangan, tawa, dan penerimaan penonton.
B. Menetapkan tujuan secara agresif serta harus terus produktif, merasa bersalah bila beristirahat, bukan terdorong oleh keinginan untuk sempurna melainkan imbalan.
C. Suka menarik diri dan memerlukan banyak waktu untuk sendirian atau mengasingkan diri.
D. Secara konsisten merasa terganggu atau resah.
12.
A. Suka berbicara dan sulit mendengarkan.
B. Kadang-kadang menyatakan diri dengan cara yang agak menyinggung perasaan dan kurang pertimbangan.
C. Terlalu introspektif dan mudah tersinggung kalau disalahpahami.
D. Lebih suka mundur dari situasi sulit.
13.
A. Kurang memiliki kemampuan dalam membuat kehidupan menjadi teratur.
B. Dengan paksa mengambil kontrol atas situasi atau orang lain, biasanya dengan mengatakan apa yang harus dilakukan.
C. Hampir sepanjang waktu merasa tertekan.
D. Mempunyai ciri khas selalu tidak tetap dan kurang keyakinan bahwa suatu hal akan berhasil.
14.
A. Tidak menentu, serba berlawanan dengan tindakan dan emosi yang tidak berdasarkan logika.
B. Tampaknya tidak bisa menerima sikap, pandangan, dan cara orang lain.
C. Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri.
D. Merasa bahwa kebanyakan hal tidak penting dalam suatu cara atau cara yang lain.
15.
A. Hidup dalam keadaan tidak teratur, tidak dapat menemukan banyak benda.
B. Mempengaruhi dengan cerdik dan penuh tipu untuk kepentingan sendiri; dengan suatu cara dapat memaksakan kehendak.
C. Tidak punya emosi yang tinggi, tetapi biasanya semangatnya merosot sekali, apalagi bila merasa tidak dihargai.
D. Bicara pelan kalau didesak, tidak mau repot-repot bicara dengan jelas.
16.
A. Perlu menjadi pusat perhatian, ingin dilihat.
B. Bertekad memaksakan kehendaknya, tidak mudah dibujuk, keras kepala.
C. Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik suatu perkataan.
D. Tidak sering bertindak atau berpikir cepat, sangat mengganggu.
17.
A. Tawa dan suaranya dapat didengar di atas suara lainnya di di dalam ruangan.
B. Tidak ragu-ragu mengatakan benar dan dapat memegang kendali.
C. Memerlukan banyak waktu pribadi dan cenderung menghindari orang lain.
D. Menilai pekerjaan dan kegiatan dengan ukuran berapa banyak tenaga yang dibutuhkan.
18.
A. Tidak punya kekuatan untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada sesuatu.
B. Punya kemarahan yang menuntut berdasarkan ketidaksabaran. Kemarahan yang dinyatakan saat orang lain tak bergerak cukup cepat atau tidak menyelesaikan apa yang diperintahkan.
C. Cenderung mencurigai atau tidak mempercayai gagasan orang lain.
D. Lambat untuk memulai, perlu dorongan yang kuat untuk termotivasi.
19.
A. Menyukai kegiatan baru terus-menerus karena tidak merasa senang melakukan hal yang sama sepanjang waktu.
B. Bisa bertindak tergesa-gesa tanpa memikirkan dengan tuntas terlebih dahulu, biasanya karena ketidaksabaran.
C. Secara sadar maupun tidak mendendam, menghukum orang yang melanggar, diam-diam menahan persahabatan/kasih sayang.
D. Tidak bersedia untuk ikut terlibat dalam suatu hal.
20.
A. Rentang perhatian kekanak-kanakan dan pendek, butuh banyak perubahan dan variasi supaya tak merasa bosan.
B. Cerdik, orang yang selalu bisa menemukan cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
C. Selalu mengevaluasi dan membuat penilaian, sering memikirkan dan menyatakan reaksi negatif.
D. Sering mengendurkan pendiriannya, bahkan ketika merasa benar untuk menghindari terjadinya konflik.
Kekuatan
21.
A. Penuh kehidupan, sering menggunakan isyarat tangan, lengan, dan wajah secara hidup.
B. Orang yang mau melakukan sesuatu hal yang baru dan berani bertekad untuk menguasainya.
C. Suka menyelidiki bagian-bagian yang logis.
D. Mudah menyesuaikan diri dan senang dalam setiap situasi.
22.
A. Penuh kesenangan dan selera humor yang baik.
B. Meyakinkan seseorang dengan logika dan fakta, bukan dengan pesona atau kekuasaan.
C. Melakukan sesuatu sampai selesai sebelum memulai yang lain.
D. Tampak tidak terganggu dan tenang serta menghindari setiap bentuk kekacauan.
23.
A. Orang yang memandang bersama orang lain sebagai kesempatan untuk bersikap manis dan menghibur, bukannya sebagai tantangan atau kesempatan bisnis.
B. Orang yang yakin dengan caranya sendiri.
C. Bersedia mengorbankan dirinya untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
D. Dengan mudah menerima pandangan atau keinginan orang lain tanpa perlu banyak mengungkapkan pendapat sendiri.
24.
A. Bisa merebut hati orang lain melalui pesona kepribadian.
B. Mengubah setiap situasi, kejadian atau permainan sebagai sebuah kontes dan selalu bermain untuk menang.
C. Menghargai keperluan dan perasaan orang lain.
D. Mempunyai perasaan emosional tapi jarang memperlihatkannya.
25.
A. Memperbaharui dan membantu membuat orang lain merasa senang.
B. Bisa bertindak cepat dan efektif dalam semua situasi.
C. Memperlakukan orang lain dengan segan sebagai penghormatan dan penghargaan.
D. Menahan diri dalam menunjukkan emosi atau antusiasme.
26.
A. Penuh gairah dalam kehidupan.
B. Orang mandiri yang bisa sepenuhnya mengandalkan kemampuan dan sumber dayanya sendiri.
C. Secara intensif memperhatikan orang lain maupun hal apapun yang terjadi di sekitar.
D. Orang yang mudah menerima keadaan atau situasi apa saja.
27.
A. Dapat mendorong atau memaksa orang lain mengikuti dan bergabung melalui pesona kepribadiannya.
B. Mengetahui segalanya akan beres bila kita yang memimpin.
C. Memilih mempersiapkan aturan yang terinci sebelumnya dalam menyelesaikan suatu proyek dan lebih menyukai keterlibatan dalam tahap-tahap perencanaan dan produk jadi, bukan dalam melaksanakan tugas.
D. Tidak terpengaruh oleh penundaan. Tetap tenang dan toleran.
28.
A. Memilih agar semua kehidupan adalah kegiatan yang impulsif, tidak dipikirkan terlebih dahulu dan tidak terhambat oleh rencana.
B. Yakin, tidak ragu-ragu.
C. Membuat dan menghayati hidup menurut rencana sehari-hari. Tidak menyukai bila rencananya terganggu.
D. Pendiam, tidak mudah terseret dalam percakapan.
29.
A. Orang yang periang dan dapat meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa semuanya akan beres.
B. Bicara terang-terangan dan terkadang tidak menahan diri.
C. Orang yang mengatur segala-galanya secara sistematis dan metodis.
D. Bisa menerima apa saja, cepat melakukan sesuatu bahkan dengan cara orang lain.
30.
A. Punya rasa humor yang cemerlang dan bisa membuat cerita apa saja menjadi peristiwa yang menyenangkan.
B. Pribadi yang mendominasi dan mampu menyebabkan orang lain ragu-ragu untuk melawannya.
C. Secara konsisten dapat diandalkan, teguh, setia, dan mengabdi, bahkan terkadang tanpa alasan.
D. Orang yang menanggapi. Bukan orang yang punya inisiatif untuk memulai percakapan.
31.
A. Orang yang menyenangkan sebagai teman.
B. Bersedia mengambil resiko tanpa kenal takut.
C. Melakukan segala sesuatu secara berurutan dengan ingatan yang jernih akan segala hal yang terjadi.
D. Berurusan dengan orang lain secara penuh siasat, perasa, dan sabar.
32.
A. Secara konsisten memiliki semangat yang tinggi dan suka membagikan kebahagiaan kepada orang lain.
B. Percaya diri dan yakin akan kemampuan dan kesuksesannya sendiri.
C. Orang yang perhatiannya melibatkan sesuatu yang berhubungan dengan intelektual dan artistik.
D. Tetap memiliki keseimbangan secara emosional, menanggapi sebagaimana yang diharapkan orang lain.
33.
A. Mendorong orang lain untuk bekerja dan terlibat serta membuat seluruhnya menyenangkan.
B. Memenuhi diri sendiri, mandiri, penuh percaya diri dan nampak tidak begitu memerlukan bantuan.
C. Memvisualisasikan hal-hal dalam bentuk yang sempurna dan perlu memenuhi standar itu sendiri.
D. Tidak pernah mengatakan atau menyebabkan apapun yang tidak menyenangkan atau menimbulkan rasa keberatan.
34.
A. Terang-terangan menyatakan emosi terutama rasa sayang dan tidak ragu menyentuh ketika berbicara dengan orang lain.
B. Orang yang mempunyai kemampuan membuat penilaian yang cepat dan tuntas.
C. Intensif dan introspektif tanpa rasa senang pada percakapan dan pengajaran yang pulasan.
D. Memperlihatkan 'kepandaian bicara yang mengigit'. Biasanya kalimat satu baris yang sifatnya sarkastik
35.
A. Menyukai pesta dan tidak bisa menunggu untuk bertemu setiap orang dalam ruangan, tidak pernah menganggap orang lain asing.
B. Terdorong oleh keperluan untuk produktif, pemimpin yang dituruti orang lain.
C. Punya apresiasi mendalam untuk musik, punya komitmen kepada musik sebagai bentuk seni, bukan hanya kesenangan pertunjukan.
D. Secara konsisten mencari peranan merukunkan pertikaian supaya bisa menghindari konflik.
36.
A. Terus-menerus berbicara, biasanya menceritakan kisah lucu yang dapat menghibur setiap orang di sekitarnya, merasa perlu mengisi kesunyian agar orang lain merasa senang.
B. Memegang teguh dengan keras kepala dan tidak mau melepaskan hingga tujuan tercapai.
C. Orang yang tanggap dan mengingat setiap kesempatan istimewa, cepat memberi isyarat yang baik.
D. Mudah menerima pemikiran dan cara orang lain tanpa perlu tidak menyetujuinya.
37.
A. Penuh kehidupan, kuat, dan penuh semangat.
B. Pemberi pengarahan karena pembawaan yang terdorong untuk memimpin dan sering merasa sulit mempercayai bahwa orang lain bisa melakukan pekerjaan dengan sama baiknya.
C. Setia pada seseorang, gagasan, dan pekerjaan, terkadang dapat melampaui alasan.
D. Selalu bersedia mendengarkan apa yang orang lain katakan.
38.
A. Tak ternilai harganya, dicintai, pusat perhatian.
B. Memegang kepemimpinan dan mengharapkan orang lain mengikuti.
C. Mengatur kehidupan, tugas, dan pemecahan masalah dengan membuat daftar.
D. Mudah puas dengan apa yang dimiliki, jarang iri hati.
39.
A. Orang yang suka menghidupkan pesta sebagai diinginkan orang sebagai tamu pesta.
B. Harus terus-menerus bekerja atau mencapai sesuatu, sering merasa sulit beristirahat.
C. Menempatkan standar tinggi pada dirinya maupun orang lain. Menginginkan segala-galanya pada urutan semestinya sepanjang waktu.
D. Mudah bergaul, bersifat terbuka, mudah diajak bicara.
40.
A. Kepribadian yang hidup, berlebihan, penuh tenaga.
B. Tidak kenal takut, berani, terus terang, tidak takut akan resiko.
C. Secara konsisten ingin membawa diri di dalam batas-batas apa yang dirasakan semestinya.
D. Kepribadian yang stabil dan berada di tengah-tengah.
Jika sudah... silahkan bloggers total berapa jawaban untuk masing-masing pilihan!
Silahkan cocokkan pilihan jawaban yang sudah bloggers tulis pada secarik kertas dengan hasil dibawah ini:
- Bila yang terbanyak adalah option A, maka kepribadian anda adalah SANGUINIS.
- Bila yang terbanyak adalah option B, maka kepribadian anda adalah KOLERIS.
- Bila yang terbanyak adalah option C, maka kepribadian anda adalah MELANKOLIS.
- Bila yang terbanyak adalah option D, maka kepribadian anda adalah PLEGMATIS.
Langganan:
Postingan (Atom)
















