Kamis, 05 Januari 2012

Cross Polarization

Cross Polarization

Dalam proses instalasii antena parabola atau dalam dunia satelit umumnya disebut pointing / peaking, seorang isntaller pasti akan dihadapkan dalam proses yang disebut cross pole (cross polarization). Yang dimaksud dengan cross pole adalah mengatur sudut arah rambat transmisi ke satelit, hal ini dimungkinkan karena transponder satelite sendiri yang menyediakan frequensi reuse dengan polarisasi yang berbeda, contohnya dalam satelit telkom 1 yang dimiliki oleh PT.Telkom terdapat 24 transponder yang terbagi dari 12 transponder vertical dan 12 tranponder horizontal. Kedua bagian transponder tersebut bekerja pada frequensi yang sama yaitu C-Band (3.7 – 4.2 GHz). Dengan membedakan polarisasinya maka diperoleh effisiensi sehingga memperluas ketersediaan transponder.
Kanal transponder vertical hanya akan menerima sinyal (carrier) dari antena yang bekerja pada polarisasi vertical demikian sebaliknya, oleh sebab itu perlu diperhatikan dalam proses instalasi antena, apakah polarisasi kita sudah benar sesuai dengan transponder yang kita gunakan. Dalam prosesnya umumnya seorang installer akan menelpon operator di HUB pengendali satelite (misalnya : Telkom Cibinong), operator tersebut akan memonitor carier yang di transmit kan ke arah satelite dan meminta instaler untuk menggerakan (memutar) Feedhorn antena. Arah (sudut) feedhorn pada antena parabola ini lah yang menentukan apakah sebuah antena bekerja pada polarisasi vertical atau horizontal.
Nilai cross pole akan dihitung oleh operator satelite dengan membandingkan carier utama pada transponder kerja dengan bocoran yang keluar di transponder polarisasi sebaliknya, makin tinggi nilai cross pole maka makin bagus pointing antena karena tidak mengganggu transponder reuse disisi polarisasi lainnya. Satelit diindonesia umumnya bertype linier (memiliki polarisasi vertical dan horizontal) sehingga setiap pengguna transponder diwajibkan untuk melakukan cross pole sebelum menggunakan transponder. sedangkan untuk type satelite circular tidak dibutuhkan proses cross pole, contohnya pada satelit intelsat 709.
Demikian sedikit ulasan mengenai cross pole antena semoga bermanfaat.


http://nurjai.wordpress.com/2011/02/01/cross-polarization/

Cara tracking 2 satelit dalam 1 antena parabola

Cara ini sering di terapkan untuk pointing ke satelit Palapa D, Telkom 1  atau Asiasat 3s dan Asiasat 2, caranya dengan menggunakan 2 LNB dalam 1 antena parabola :


  • Pastikan ukuran dish yang akan di pakai itu ukurannya berapa feet untuk mengetahui/ atau menghitung jarak antara LNB 1 dengan LNB yang ke 2.
  • Cari atau buat sendiri dudukan LNB sesuai ukuran antena parabola yang akan di pakai, cara menghitung jarak antar LNBF.
  • Pointing telebih dahulu LNB yang ada di tengah antena/ fokus antena kemudian dilanjutkan dengan dish yang satunya lagi.
LNB 1 di Fokus, LNB 2 sebaiknya diletakkan di atasnya/ arah Timur. Trik selanjutnya untuk bisa lock semua chanel yang ada di Palapa D dan Telkom 1, coba posisikan di receiver untuk Palapa D pada chanel Metro TV freq. 4080 symbole rate 28125 dan Telkom 1 pada chanel Trans 7 freq. 4085 symbol rate 6000, apabila kedua chanel tersebut sudah bisa di lock/ kunci dengan signal yang bagus/ maksimal, maka otomatis semua chanel di kedua satelit tesebut bisa kita dapatkan. Untuk menggabungkan kedua LNBF C Band tersebut, silahkan cari alat tambahan untuk parabola "switch 22K/ DisEqc" kemudian seting di receiver : pada satelit Palapa D 22 K di Off, pada satelit Telkom 1 22 On. Posisi switch bisa juga berdekatan dengan posisi LNB ato juga bisa di letakkan di bawah antena parabola untuk melindungi dari sengatan matahari dan hujan. 

Untuk melanjutkan dengan menggunakan 4 LNB caranya tambahkan 2 scalar ring pada bagian atas atau arah Timur dengan mengukur terlebih dahulu jarak antara LNB dan besarnya antena parabola yang akan di gunakan, susunanya bisa dari arah Timur ke Barat : Asiasat 2 LNB 1, Asiasat 3S LNB 2, Telkom 1 LNB 3, Palapa D LNB 4/ di fokus antena parabola. Untuk bisa menggunakan 2 atau lebih reciver dalam 1 antena parabola silahkan gunakan Multiswitch untuk bisa menikmati polarisasi H atau V tanpa mengikuti polarisasi receiver lainnya/ masing-masing bebas memilih chanel per polarisasi.


http://manado-parabola.blogspot.com/2011/02/cara-pointing-palapa-dan-telkom-1.html

Cara cepat seting antena parabola ram dan solid

Punya antena parabola tapi belum tau cara pasang antena parabola sendiri baik itu tipe ram/ jaring ataupun solid/ petal tanpa bantuan teknisi khusus antena parabola ? posting ini bisa menjadi panduan awal buat anda yang sama sekali belum pernah mengenal cara seting antena parabola/ instalasi peralatan antena parabola digital namun berkeingina untuk belajar hingga bisa :

cara seting instalasi awal antena parabola
Pertama anda harus membeli peralatan antena parabola (dish mesh/ jaring ato juga dish solid) terserah mau ukuran antena parabola yang kecil ataupun yang besar, tapi disarankan untuk memulai dari peralatan parabola yang standar (dish 6 feet solid paling mudah di dapat untuk saat ini dengan merek matrix atau juga venus karena kedua merek itu yang paling sering di temui di setiap kota maupun di pelosok-pelosok Indonesia denga harga yang murah dan pas di kantong kalangan menengah kebawah) berikut alat penerima/ receiver, disarankan awalnya receiver yang bisa blind scan (receiver ini bisa mencari sendiri semua chanel yang ada di setiap satelit yang di tempati, untuk yang standar dengan harga murah bisa di cari Matrix HD atau Venus HD), Low Noise Block Frequensi/ LNBF ( LNBF C Band, LNBF KU Band)alat penangkap satelit yang akan di letakkan di atas dish/ antena parabola, merek bisa apa saja misalkan matrix, yuri, hansen, unisat, digisat dan merek lainya.
Peralatan lainnya yang harus disediakan :
  • Kunci Ring, pas ukuran 10, 17, 19 (kebanyakan ukuran ini yang di pakai pada antena parabola)
  • Obeng (sering di gunakan pada baut penyetel LNB)
  • Kompas (untuk menentukan kira-kira arah mata angin/ menentukan arah antena parabola pada awalnya ke Barat, Timur, Utara dan Selatan, LNBF C band arah 0 ke Barat, LNB KU band arah konektor keUtara)
Langkah-langkah yang harus diikuti setelah kita merangkaikan antena parabola menjadi utuh yang sebelumnya dibeli dalam kemasannya terpisah-pisah, sebagai berikut :
  1. Tanamkan tiang penyangga/ dudukan dish/ antena parabola, tancapkan tegak lurus dengan cara harus di lihat dari sudut yang berbeda juga. (pilih lokasi untuk menempatkan antena yang disekitarnya bebas dari halangan, tembok, pohon, dll yang bisa menghalang arah pencarian nantinya ).
  2. Letakkan dish/ antena parabola pada dudukan dish yang di pancangkan terlebih dahulu ( apabila anda menggunakan bahan semen pada dasar tiang berarti anda harus menunggu sampai semennya keras dan siap untuk di letakkan antenanya ). Usahakan posisi dish menghadap tegak lurus juga.
  3. Sedikit kencangkan baut-baut penahan yang ada di pangkal antena yang di letakkan sesuai tahap 2 supaya bisa di gerak-gerakkan untuk mencari arah barat, utara juga kemiringan antena terhadap garis katulistiwa.
  4. Pasangkan LNB pada antena dilanjutkan dengan memasangkan konektor penghubung dari antena ke receiver.
  5. Hubungkan konektor dari antena ke receiver (hubungkan juga kabel dari receiver ke monitor tv)
  6. Atur satelit/ parameter satelit, chanel yang akan kita cari, cari salah satu chanel untuk di jadikan acuan untuk mendapatkan chanel satelit yang akan kita tampilkan (pada kolom bagian atas itu untuk melihat kekuatan signal LNB, kolom di bawahnya untuk melihant kekuatan signal dari chanel yang akan kita cari) kalau menggunakan LNBF C Band maka pengaturan Lo LNBnya memang harus standar 5150 bro.. kalau universal 9750/10600 untuk LNBF jenis Ku band.
  7. Ditahap ini anda sudah dibisa mencari chanel dengan melihat pada monitor anda, gerakkan ke kiri, kanan untuk mendapatkan arah Barat/ Timur yang merupakan arah orbit satelit, atas bawah sambil melihat pada kolom kualitas signal di monitor, cari setingannya sampai signal terkuat/ tertinggi di dapat, sambil mengencangkan baut-baut yang ada pada pangkal antena dan tongkat penyangga antena (arah barat ke timur), selanjutnya jika anda memiliki motor penggerak/ aktuator bisa langsung di pasangkan sehingga nantinya kendali untuk menaikkan dan menurunkan arah antena parabola langsung dari positioner atau bisa juga langsung dari receiver.
  8. Atur : cari di menu receiver untuk menu scan otomatis/ auto scan, tunggu sampai semua chanel muncul, disini anda sudah bisa menikmati chanel gratis di rumah.
Dari segi teknis cara-cara diatas berlaku juga buat pasang LNB KU Band hanya perbedaan arah yang berbeda, untuk LNB KU Band arah konektor pada umumnya menghadap Utara, namun ada juga yang harus menghadap arah lain konektornya, contohnya untuk pointing satelit Optus.
Note :

  • Untuk memaksimalkan signal pol H (Horisontal) : coba naik atau turunkan LNB, jarak fokus antena dan LNB umumnya di kisaran angka 36, 38 untuk ukuran antena parabola 6/ 8 feet, dish ram/ jaring 38, 42 tinggak disesuaikan dengan maksimal signal yang bisa di kunci dengan sempurna.

  • Untuk memaksimalkan signal pol V (Vertikal) : coba putar arahnya ke kiri atau ke kanan LNB tanpa merubah angka jarak antara antena parabola dan LNB seperti pada setingan memaksimalkan polaris H

  • Untuk bisa ditampilkan atau bisa menyaksikan 1 antena parabola ke 2 receiver atau lebih, gunakan peralatan tambahan "multiswitch". 

  • Untuk pointing di daerah yang ada hotspot wifi biasanya signal sering naik turun/ loncat, coba bungkus LNB pakai alumunium plat untuk mendapatkan signal yang bagus.


  •  
     
    http://manado-parabola.blogspot.com/2011/02/cara-awal-pointing-antena-parabola-bagi.html 

    Pointing Antenna

    Pointing antenna dilakukan karena :
    1. Signal yang diterima antenna tidak sesuai harapan.
    2. Signal antenna bergeser dari yang sebelumnya.
    3. Besaran dan atau parameter antenna sudah tidak sesuai.

    Pointing dilakukan dalam proses instalasi maupun setelah instalasi. Untuk proses instalasi berarti installer belum dapat besaran penerimaan (rsl) yang diinginkan. Melakukan pointing antena tentunya disesuaikan arah azimuth dari pemancarnya.




    Jikalau antenna diluar azimuth yang ditentukan, namun antenna mampu mendapatkan signal yang baik, bisa dimungkinkan terjadinya interferensi dengan yang lain.Jadi melakukan pointing saat instalasi pertama antenna berarti untuk mendapatkan besaran sesuai ET (Engineering Table).

    Sedangkan Pointing antenna dilakukan setelah proses instalasi selesai berjalan, hanya saja digunakan untuk mengembalikan parameter (rsl) yang sudah ditentukan.

    Pointing antenna ada dua:
    1. Hard pointing : Dimana antenna bergeser tidak sesuai azimuth (melenceng terlalu jauh). Hal ini dibuktikan dengan nilai rsl yang bad ( dibawah -70 dBm)
    2. Soft pointing : Dimana antena bergeser sedikit terhadap azimuth nya. Hal ini dibuktikan dengan nilai rsl yang berbeda -10 db sampai -15 db dari sebenarnya.


    http://learn-antenna.blogspot.com/2011/11/pointing-antenna.html

    Senin, 02 Januari 2012

    Teknologi Layar AMOLED dan Super AMOLED serta Kecenderungannya di Masa Depan

    Teknologi layar pada perangkat elektronik berkembang dengan cepat dari mulai Layar LCD (Liquid Crystal Display), TFT (Thin Film Transistor) Active Matric, LED (Ligjt-Emitting Diode), hingga yang terbaru yaitu AMOLED dan Super AMOLED. Pengembangan teknologi layar elektronik ini tentu didasarkan pada konsumsi energi listrik yang semakin rendah dan efisien, gambar dan warna yang lebih kontras dan tajam, fleksibilitas, serta keunggulan komparatif dan kompetitif lainnya. Kita tahu teknologi layar elektronik jenis LCD hanya dapat dilihat di tempat yang tidak terlalu terang, TFT agak lumayan lebih cerah, LED juga demikian, namun hanya AMOLED dan Super AMOLED lah yang mampu menampilkan gambar yang cerah, kontras, dan tajam di bawah sinar matahari langsung di banding teknologi pendahulunya.
    1325142862320980937
    Layar AMOLED
    AMOLED
    AMOLED adalah singkatan dari Active Matrix Organic Light-Emitting Diode atau sering juga disebut dengan singkatan OLED. Tidak jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu layar elektronik berteknologi Light-Emitting Diode (LED), maka AMOLED memiliki kemampuan memancarkan cahaya yang kemudian ditangkap oleh lapisan film dari bahan organik. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan polymer yang berasal dari bahan organik. Bahan organik tersimpan dalam baris dan kolom akan membentuk matriks yang dapat menapilkan warna yang berbeda untuk masing-masing piksel.
    1325142989470817624
    Perbandingan AMOLED dan TFT
    Keuntungan utama AMOLED dibandingkan dengan LCD adalah pada AMOLED tidak memerlukan tambahan sinar backlight agar tampilan dapat terlihat oleh mata manusia. Berkat layar AMOLED, performa visual layar ponsel atau perangkat lainnya bisa tampil lebih tajam dan lebih hemat energi. Tapi yang lebih utama adalah bahwa jenis layar ini memiliki keunggulan untuk digunakan pada lingkungan luar (outdoor) sehingga menatap layar dibawah terik matahari sekalipun visualisasi gambar pada layar masih terlihat jelas, jernih, dan tajam. Inilah salah satu keunggulan komparatif AMOLED.
    1325143084985962382
    Perbandingan Kualitas Gambar AMOLED dan LCD
    Teknologi layar AMOLED dapat digunakan pada layar televisi, display monitor PC, dan juga display pada perangkat jinjing (portable) seperti Notebook, Netbook, PDA, Smartphone, Ponsel, Tablet PC, Camera, Game Consol, dsb. Tapi bukan perkara mudah bagi setiap produsen (vendor) mengadopsi AMOLED untuk perangkat keluaran terbarunya. AMOLED diketahui punya komponen harga yang lebih mahal dibanding teknologi layar sebelumnya, seperti TFT dan LED. Selisih harga komponen layar AMOLED dan TFT menurut sebuah sumber dapat mencapai kisaran US$12 untuk setiap satuannya.
    Dengan perbedaan harga yang signifikan itu tentu membuat pihak produsen harus berpikir matang untuk mengadopsi AMOLED dalam produk mereka. Bila perangkat tak benar-benar  ’spesial’ maka tak mungkin dibekali AMOLED. Inilah salah satu alasan mengapa smartphone berbentuk tablet masih jarang dibekali AMOLED dan masih bertahan dengan TFT, tak lain untuk menekan harga jualnya ke konsumen. Beberapa produsen perangkat yang juga memproduksi sendiri layar AMOLED, seperti Samsung dan LG, tentu lebih mudah mengimplementasikan jenis layar ini pada produk terbaru mereka.
    13251431931370187495
    Display Monitor AMOLED
    Super AMOLED
    Tidak seperti layar sentuh AMOLED biasa, layar Super AMOLED tidak memerlukan lapisan layar sentuh yang terpisah, karena layar sentuhnya sudah terintegrasi dan menyatu di dalamnya (built-in). Dengan kelebihan seperti itu, layar Super AMOLED memungkinkan respon yang lebih cepat ketika pengguna mengoperasikan perangkat melalui layar sentuhnya. Disamping itu, layar Super AMOLED juga dapat mengurangi refleksi cahaya, dan warna-warna yang ditampilkan jauh meningkat. Disamping respon yang lebih cepat dengan lapisan layar yang telah ditiadakan itu, juga memungkinan tampilan lebih jernih dan tajam.
    Seperti teknologi pendahulunya AMOLED, Super AMOLED juga lebih mampu menghasilkan visualisasi gambar yang lebih jernih dan tajam di bawah teriknya sinar matahari langsung. Disamping itu dimensi perangkat elektronik dapat dirancang lebih tipis dan fleksibel.
    1325143267751523948
    Layar Monitor Super AMOLED Transparan 19 inci buatan Samsung.
    Super AMOLED adalah teknologi yang dikembangkan oleh Samsung dan diperkenalkan pertama kali pada Mobile World Congress 2010 di Barcelona, Februari 2010. Ponsel pertama yang menggunakan layar ini adalah Samsung S8500 Wave. Selain karena mengusung teknologi baru pada layarnya, pada ponsel ini dibenamkan Bada OS, sistem operasi terbaru dari Samsung. Kedua hal ini membuatnya menjadi salah satu ponsel yang ditunggu-ditunggu kehadirannya. Produk-produk berikutnya adalah Samsung i9000 Galaxy S dengan layar Super AMOLED 4-inci 480 x 800 pixel dan Processor 1 GHz, Samsung Infuse 4G i997 Smartphone Android Layar Terbesar 4.5 inci Super AMOLED PLUS, Ponsel Samsung W960 baru dengan Layar AMOLED 3D, Samsung YP-MB2 iPod Touch Killer berbasis Android dengan Layar Super AMOLED 4 inci.
    Kecenderungannya di Masa Depan
    Di masa depan tentu terknologi layar elektronik akan terus berkembang seiring dangan kebutuhan dan persaingan antar produsen perangkat elektronik dan aplikasinya di berbagai bidang, tidak sebatas perangkat komunikasi dan hiburan, tetapi juga ke bidang navigasi pernerbangan, maritim, maupun darat.
    Penelitian terkini yang sedang berlangsung adalah dikembangkannya teknologi layar lentur seperti kertas yang sangat memungkinkan digunakan pada perangkat elektronika, tidak hanya untuk layar komputer, an tablet, tapi bisa juga untuk ponsel dan smartphone. Teknologi layar lentur untuk ponsel tengah dikembangkan Human Media Lab (HML), sebuah laboratorium multidisplin ilmu di Queen’s University, Kanada.
    .
    1325143365549098303
    .
    Purwarupa Telepon Seluler Layar Lentur
    .
    Para periset di HML telah membuat purwarupa (prototipe) ponsel berlayar lentur yang disebut PaperPhone dan diberi sebutan iPhone fleksibel. Perangkat ini layaknya smartphone bisa menyimpan kontak nama, memainkan musik, dan melakukan panggilan telepon, dan ukuran layarnya 9,5 inci menggunakan e-ink.
    .
    HML juga mencoba mengembangkan teknologi navigasi yang mampu memberdayakan kebiasaan orang. Dalam purwarupa tersebut, para peneliti HML melakukan perintah ke menu-menu di layar ponsel bukan dengan teknologi layar sentuh, melainkan dengan menekuk-nekuk ujung layar. Mereka merancang sensor perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengenali perubahan bentuk layar yang ditekuk.
    .
    “Inilah masa depan. Segala sesuatu akan terlihat dan terasa seperti ini dalam lima tahun ke depan” kata Roel Vertegaal, direktur HML yang menciptakan teknologi tersebut dalam situsnya. Ia dengan bangga memamerkan purwarupa yang telah dibuatnya pada konferensi Computer Human Interaction (CHI) 2011 beberapa waktu lalu  di Vancouver, Kanada.
    .
    Semoga bermanfaat. Selamat berlibur panjang dipenghujung tahun dan tetap semangat. Salam.. :)



    http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2011/12/29/teknologi-layar-amoled-dan-super-amoled-serta-kecenderungannya-di-masa-depan/

    Perbedaan Layar TFT vs AMOLED vs Super AMOLED

    Thin-film Transistor, disingkat dengan TFT, merupakan salah satu tipe layar Liquid Crystal Display (LCD) yang datar, di mana tiap-tiap pixel dikontrol oleh satu hingga empat transistor. Teknologi ini menyediakan resolusi terbaik dari teknik panel data. Layar TFT sering disebut juga active-matrix LCD. Layar ini dapat menampilkan gambar yang kaya warna tapi mahal. Dan permukaannya sensitif terhadap sentuhan. Selain itu layar ini tidak cocok untuk tampilan yang eksak seperti misalnya untuk CAD. (wikipedia)
    AMOLED merupakan kependekan dari Active Matrix Organic Light Emitting Diode. AMOLED ini merupakan teknologi layar OLED (Organic Light Emitting Diode). OLED ialah perangkat padat yang terdiri dari film-film tipis. Film-film tersebut mengandung molekul organik yang dapat menghasilkan cahaya apabila dialiri listrik. OLED ini digunakan sebagai layar dalam suatu perangkat dengan tingkat ketajaman yang lebih tinggi serta konsumsi daya yang relatif rendah. AMOLED ini dikeluarkan oleh Samsung, salah satu perusahaan teknologi yang bermarkas di Korea Selatan (Seoul). Sebagai salah satu perusahaan teknologi yang terbesar di dunia, Samsung kembali meluncurkan inovasi yaitu layar sentuh berbasis teknologi AMOLED yang menjadi layar sentuh AMOLED pertama. AMOLED merupakan bentuk perkembangan dari teknologi layar sebelumnya, yang dikenal dengan nama Thin Film Transistor (TFT). Teknologi ini merupakan hasil perpaduan antara teknologi OLED dan active matrix TFT LCD konvensional. AMOLED merupakan bentuk pengembangan dari layar OLED pasif biasa, yang dapat mengubah setiap piksel dengan efisien dan secara langsung. Teknologi AMOLED tersebut memiliki fungsi sentuh (touchscreen) secara langsung, bukan melalui lapisan kedua di atas layarnya. Metode baru tersebut dilakukan melalui penambahan sensor pada sel organik dari LED. Sentuh antar muka ini mampu menambah ketebalan layar mencapai seperseribu millimeter, sehingga tidak akan mengurangi ketajaman atau meredupkan gambar, sebagaimana apabila dipasang dalam dua panel.
    Kelebihan
    Layar AMOLED ini memiliki tingkat kecerahan (brightness) tinggi dalam tampilannya. Teknologi AMOLED mengemas fitur penyetelan RGB, yang dapat membuat warna foto ataupun video lebih stabil, sehingga tampilannya lebih cerah dan tajam. Teknologi ini memiliki tingkat konsumsi energi yang rendah atau hemat daya, sehingga konsumsi listriknya minimal serta baterai dapat bertahan dalam waktu yang lama. Teknologi ini mampu menghemat daya 40 persen lebih dibanding yang lainnya. Tingkat ketipisan dari layar ini mencapai 0,001 mm. Selain itu layar ini bahkan diklaim mampu menghasilkan tingkat kehitaman yang lebih dibandingkan yang lain, walaupun dilihat dari bawah terik matahari secara langsung, tampilan layar masih tampak terang dan jelas, serta warnanya pun tetap cerah. Layar AMOLED ini juga tidak membutuhkan cahaya latar yang memiliki kemampuan untuk mengatur seberapa besar piksel, dengan konsumsi daya yang lebih rendah, walaupun dalam ukuran yang besar. Selain itu, layar ini juga memiliki rasio kontras lebih dalam daripada kebanyakan LCD lainnya. Keunikan lain dari layar bentuk AMOLED adalah layar ini mampu menyesuaikan tingkat kecerahan pada layar secara otomatis. AMOLED ini membuat waktu respons lebih cepat ketika ponsel berubah posisi on dan off. Ketipisan dan kefleksibelan dari bahan yang digunakan dalam layar ini membuat pabrik-pabrik teknologi dapat membuat layar dalam ukuran yang bervariasi, dari ukuran raksasa sampai yang kecil sekalipun. Misalnya, layar TV Plasma yang ukurannya mencapai 150 inchi sampai ukuran yang paling kecil pada handphone. Selain itu satu kelebihan lain dari teknologi ini jika dibandingkan dengan teknologi LCD adalah kalau pada teknologi AMOLED ini, untuk dapat dilihat oleh mata manusia tidak memerlukan sinar backlight tambahan lagi
    .
    Kelemahan

    Namun ada beberapa kelemahan dari layar ini, yaitu pembuatan layar ini masih tergolong cukup rumit. Selain itu karena teknologi ini masih baru, maka harga perangkat yang menggunakan teknologi ini juga relatif mahal. Meskipun layar AMOLED ini menawarkan berbagai kecanggihan yang menggiurkan, namun bukanlah hal yang mudah bagi para vendor untuk mengadopsi AMOLED ini, karena AMOLED tersebut mempunyai komponen harga lebih mahal daripada komponen pada layar sebelumnya. Hal tersebut, tentunya membuat para vendor untuk berpikir ulang. Itulah alasannya mengapa beberapa teknologi, seperti smartphone yang berbentuk tablet relatif jarang dibekali layar AMOLED dan masih bertahan dengan layar TFT, tujuannya adalah untuk menekan harga jual untuk konsumen. Namun, beberapa vendor yang mampu memproduksi teknologi layar AMOLED sendiri lebih mudah mengaplikasikan layar ini, seperti Samsung dan LG.(wikipedia)
    Super AMOLED adalah teknologi layar (varian dari AMOLED) terutama untuk digunakan pada perangkat mobile seperti ponsel (lihat daftar di bawah ini untuk contoh). Salah satu perbedaan utama untuk teknologi tampilan yang lain adalah bahwa lapisan yang mendeteksi sentuhan diintegrasikan ke layar bukannya overlay di atas(wikipedia).

    http://banuaw.wordpress.com/2011/04/20/perbedaan-layar-tft-vs-amoled-vs-super-amoled/

    2012

    musim beralih waktu berganti..dan tahun pun terus bertambah..tapi itu semua bersebrangan dengan umur kita yang terus berkurang..Semoga di Tahun yang baru ini kita menjadi lebih baik dan semakin bertambah sukses untuk semua baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat nanti...Dan satu lagi...semoga tahun ini bukan menjadi tahun akhir zaman aka KIAMAT...naudzubillahminzalik....jangan sampe deh.....Amin ya Allah..Happy New Years 2012

    iklan layanan masyarakat

    info orang hilang