Kamis, 24 Mei 2012

i'm an interista

Interisti bukan internisti

hanya pengen mengingatkan dengan sesama rekan interisti yang masih menggunakan kata2 InterNisti untuk menganalogikan diri mereka, klo fans inter bukan interNisti tapi INTERISTI (jamak).. ini penting karena, saya pikir mereka yang menyebut interNisti bisa dianggap tifosi "kacangan" oleh para ultras interisti.. dan interNisti sering digunakan oleh tiposi Merda dan juBe untuk diplesetkan menjadi "interNista"...

sebenarnya akhiran kata ISTI/NISTI itu sama saja artinya,, yang membedakan adalah susunan huruf akhir pada kata yang ditambahi isti/nisti.


namun khusus untuk pendukung Inter memang disebut dgn sebutan Interisti/Interista sesuai dgn jumlah pendukung tersebut..
INTERISTA = orang yang mendukung INTER (tunggal)INTERISTI = kumpulan/beberapa orang yg mendukung Inter (jamak)sbg contoh, saya adalah Interista dan kita semua merupakan Interisti..
sama spt milanISTI/milanISTA
adapun penambahan huruf N pada kata isti/ista dilakukan jika huruf terakhir dari nama klub tersebut diakhiri dgn huruf vokal. contoh: romaNisti/romaNista.
-----------------------------------------------------------------

nmr punggung 10 di Inter : Nomor Kutukan???

Ini sebuah Ironi. Buat Inter, il 10 justru menjadi semacam nomor kutukan. Paling tidak itu terekam sejak awal musim 1995/96 hingga musim lalu, 2008/09. Ada enam pemain berbeda yang mengenakan il 10 di Inter selama selang waktu 14 tahun, dan semuanya bermasalah.

Benito Carbone mengawalinya. Dia seorang fantatista, tapi hanya pantas mengenakan il 10 di klub medioker, bukan tim sehebat Inter. Tak heran karirnya redup di I Nerazzurri. Ronaldo Luiz menggantikan Carbone tahun 1997. Il Fenomeno membuat start hebar di Inter, tapi kemudian ia lebih banyak bergulat dengan cedera. Setelah sembuh dari cedera dan bermain bagus di Piala Dunia 2002 dan mengantar Selecao menjuarai Piala Dunia di Korea-Jepang, Ronnie malah 'mengkhianati' Inter dengan pindah ke Real Madrid. Padahal, selama cedera berkepanjangannya, Inter selalu setia berada disisinya, untuk segala kesembuhannya.

Roberto Baggio adalah salah satu pemain bernomor punggun 10 terbaik yang dimiliki Inter dan Italia. Namun, Il Divin Codino gagal menjadi pemain inti Inter. Clarence Seedorf menjadi pemegang il 10 selanjutnya. Dan sekali lagi, nomor punggung 10 ini membawa sial. Seedorf meraih empat tropi, namun semuanya cuma dari ajang uji coba!

Domenico Morfeo sempat semusim memakai il 10. Seperti Carbone, Morfeo sama sekali tidak pantas menjadi seorang fantatista tim sebesar Inter. Sehingga, La Beneamata merasa il 10 tidak pernah sukses apabila diberikan kepada seorang fantatista.

Meniru awal kegemilangan Ronaldo pada musim 1997/98, il 10 diserahkan kepada Adriano Leite Ribeiro. L'Imperatore memberikan banyak gelar kepada Inter, empat scudetto, dua Coppa Italia dan dua Super Coppa Italia. Namun, Adriano memiliki sikap yang indisipliner, ia sering menghabiskan hari-harinya ke klub malam; yang membuat pelatih Roberto Mancini hingga Jose Mourinho dibuatnya geram. Dan, April lalu, dimana musim masih berjalan, dan kontrak masih tersisa dua tahun; Adriano memutuskan kontraknya bersama Inter setelah sebelumnya menghilang di Brasil.

Tapi, di musim 2009/10 kali ini, dimana klub-klub besar Seria A Liga Italia memakai kembali seorang fantatista, begitu pun Inter yang berhasil mendatangkan Wesley Sneijder dari Real Madrid, dan langsung mengenakan nomor punggung 10 dalam debutnya melawan Milan di derby della Madonnina, Sabtu lalu 30 Agustus, dan membawa Inter menang telak 4-0 tanpa balas. Dan Sneijder bermain apik malam itu.

Para Interisti pun berharap Si Empunya nomor punggung 10 di Inter, Wesley Sneijder, menjadi seorang fantatista yang dapat membawa Inter ke tingkat tertinggi di Eropa dan Dunia. Dan akhirnya sukses; Inter bisa merajai Eropa& dunia tahun ini.

forza 1NTER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

WIB

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

iklan layanan masyarakat

info orang hilang