Kamis, 09 Agustus 2012

terima kasih, musuh

menelan pil pahit untuk pertama kalinya agar terbiasa untuk selanjutnya..............


Terima kasih, musuh...!

kau telah mengajarkan bagaimana mendengar kritik yang pedas tanpa harus merasa resah. Kau telah mengajarkan bagaimana harus terus melangkah di jalan yang telah ditempuh tanpa ragu, meski kadang harus mendengar kata-kata yang kurang pantas atau tidak layak. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang tidak bisa didapatkan secara teori, bahkan oleh seseorang yang telah berupaya dan berupaya sekalipun

Terima kasih, musuh...!

kaulah penyebab lahirnya pendisiplinan diri agar diri tidak hanyut oleh pujian para pemuji. Sungguh, Tuhan menjadikanmu sebagai penyeimbang. Agar, seseorang tidak tertipu oleh pujian, atau sanjungan yang berlebih, dari para pengagum yang hanya melihat kebaikan dan kebaikan belaka. Berbeda dengan kau! kau tidak akan pernah melihat itu kecuali dari sisi lain. Atau, sejatinya kau melihat kebaikan tapi kau buat itu semua menjadi buruk.
Terima kasih, musuh...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

WIB

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

iklan layanan masyarakat

info orang hilang